This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 08 Mei 2013

Sosok Mahasiswa Bahagia


Menjadi Mahasiswa Bahagia

Oleh: Ikhwan Hakim

Seorang mahasiswa yag memiliki ciri khas intelek, dinamis, peka terhadap perubahan lingkungan, serta konsisten dalam menghadapi masalah-masalah sosial dan politik terkadang juga sering menghadapi permasalahan-permasalahan internal, seperti kejenuhan, kebosanan, kehabisan uang jajan, bahkan ke galauan yang disebabkan oleh tugas-tugas yang menumpuk, atau deadline yang tak kunjung terselesaikan. Ini merupakan kondisi yang sangat tidak menyenangkan bagi kalangan mahasiswa, dimana tingkat emosiaonal nya masih tinggi, karena mahasiswa itu rentan bosan dan galau. Hal semacam ini diakui oleh raja dangdut Roma Irama yang mengatakan bahwasanya masa muda adalah masa yang berapi-api dan ingin menang sendiri meskipun ia salah. Roma Irama juga menambahkan bahwa anak muda cenderung bertindak semaunya tanpa memikirkan akibatnya.

            Ketika sosok seorang mahasiswa sedang menghadapi masa-masa bosannya, pastinya mereka tidak hanya diam atau sekedar duduk manis  meratapi hari-harinya yang hampa tanpa ada gairah hidup seolah menanti masa depannya yang suram. Tetapi bagi seorang yang memiliki banyak ide cemerlang, kreasi serta trobosan-trobsan baru, sang pencari jati diri akan selalu mencari-cari kegiatan baru yang akan segera membawanya kepada suatu titik kesenangan, kegembiraan, bahkan kepuasan untuk melupakan hal-hal yang telah membuatnya galau dan bosan. Mahasiswa juga manusia, ini merupakan kata-kata yang cocok untuk dilontarkan kepada mereka yang selalu menuntut hal-hal positif bagi para aktifis ilmu. Memang tidak bisa dinafikan ungkapan yang mengatakan bahwa mahasiswa merupakan Iron Stock ( harapan masa depan bangsa) serta generasi perubah, atau biasa disebut Agent of Change yang memegang andil besar dalam perubahan bangsa. Tetapi sungguh disayangkan mahasiswa tidak selalu dalam keadaan stabil layaknya robot yang tidak memiliki perasaan dan terus beraktifitas tanpa kenal bosan.

            Mungkin bagi jiwa-jiwa muda yang semangatnya selalu tinggi dan sedikit ekstrim, meluapkan rasa galau serta penatnya dengan melakukan hal-hal yag bersifat hedonis merupakan suatu hal yang lumrah, karena ini salah satu bagian dari proses menuju pendewasaan sikap serta pola berpikir. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa emosi serta nafsu manusia tidak selalu stabil atau bersifat statis, ada kalanya emosi serta nafsu para jiwa muda itu naik bahkan terkadang turun ketika berada pada kondisi yang lemah. Akan tetapi bagi sebagian kalangan yang selalu berfikir idealis tanpa memperhatikan aspek-aspek emosional para remaja, akan selalu memandang sebelah mata ketika seorang mahasiswa meluapkan rasa bosan serta galaunya dengan cara-cara seperti demikian.

            Aktif mngikuti perkuliahan di kampus, Membaca, menulis, berdiskusi, meneliti serta berorganisasi merupakan seperangkat aktifitas yang idealnya dilakukan oleh seorang mahasiswa. Tetapi menjadi sosok mahasiswa bahagia tanpaknya kurang lengkap jika kegiatan-kegiatan tersebut tidak diselingi dengan refreshing, melepas penat dan lelah selama sibuk beraktifitas dengan pergi ke tempat-tempat hiburan, seperti Mall, atau sekedar jalan-jalan sambil berwista kuliner mencicipi masakan-masakan khas daerah sembari bercengkrama dengan krabat dekat atau dengan orang yang disayangi. Bisa dikatakan bahwa sosok mahasiswa yg benar-benar bahagia adalah ketika terdapat chek and balance antara tugas dan kewajiban seorang mahasiswa dengan hak-hak mereka, seperti refreshing untuk melepas kepenatan dan kegalauan, karena ini merupakan tabi’at manusia yang tidak bisa dinafikan.
           Tetapi sebaliknya, sebagian kalangan memaknai sosok mahasiswa bahagia dengan hal yang berbeda, yakni ketika mereka mendapatkan kepuasan atas kerja keras dan usahanya. Bisa diartikan ketika mereka mampu menempatkan peran dan fungsi nya secara proporsional, kemudian ketika mereka menerima suatu tugas atau kewajiban dan mereka dapat menyelesaikannya dengan baik, maka disitulah mereka mendapatkan kebahagiannya. Dikarenakan mereka memiliki satu prinsip yaitu menyelesaikan tugas serta kewajiban dengan baik dan sempurna. Itu merupakan asas kebenaran yang menjadi dasar berpikir bagi sebagian kalangan. Bahkan mereka juga beranggapan bahwa kebahagiaan seorang mahasiswa itu dapat diraih kapan saja, lewat hal-hal yang tidak terduga ataupun lebih dari itu. Ketika mereka dihadapkan dengan kondisi yang tidak normal atau bisa dikatakan dalam keadaan bosan dan galau mereka akan segera menggali keinginan untuk segera beranjak dari rasa bosan serta galau tersebut, agar segera berada dalam kondisi stabil dan dapat secepat mungkin beraktifitas sebagaimana mestinya.

                Dari dua tipe diatas pastinya kita dapat memahami bersama, bahwa manusia diciptakan dengan karakter serta pola pikir yang beragam. Dimana mereka memiliki cara serta strategi yang berbeda dalam memaknai kehidupan. Dari banyaknya pandangan serta pola pikir yang berbeda bisa ditarik satu kesimpulan bahwa ternyata sosok mahasiswa bahagia itu memiliki banyak interpretasi. tergantung orang tersebut membawa makna bahagia itu, serta mengkondisikan dirinya menjadi manusia seutuhnya yang membutuhkan kebahagiaan menyertai hidupnya,  sehingga mampu menjalani segala aktifitas nya sebaik mungkin, menuju satu kepuasan tersendiri yang tidak bisa dipaksakan bahkan diatur oleh orang lain. Itu sudah merupakan hak prerogatif yang dimiliki oleh tiap individu manusia dan merupakan fitrah manusia yang diberikan oleh Tuhan.

            “In dreams and in love there are no impossibilities”  merupakan falsafah hidup yang ditanamkan oleh Janos Arnay seorang cendikiawan hungaria dalam setiap aktifitasnya. Setidaknya kita sebagai mahasiswa juga dapat mengambil hal positif dari ungkapan tersebut, bahwa tidak ada kemustahilan dalam mimpi dan cinta. Bisa diartikan untuk menjadi sosok mahasiswa bahagia harus selalu diiringi dengan pikiran positif dan semangat dalam menjalani segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Pada intinya segala aktifitas serta kegiatan akan terasa indah dengan menanamkan rasa cinta didalamnya dan jangan pernah berhenti untuk bermimpi, karena dari mimpilah awal segala kesuksesan datang.

Sabtu, 13 April 2013

Mengurai Benang Kusut Perpolitikan Indonesia

Mengurai Benang Kusut Perpolitikan Indonesia


       Indonesia memiliki sejarah perpolitikan yang cukup lama ketika dibacakan proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Semenjak itulah Indonesia telah memulai sejarah perpolitikannya. ketika presiden Soekarno mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI), maka ketika itulah beliau telah membuka pandangan terhadap para tokoh-tokoh bangsa untuk bersama membangun semangat perpolitikan negara. Yaitu bersama membangun bangsa menjadi negara yang makmur, adil dan sejahtera.

       Pasca rezim orde baru, bangsa Indonesia mulai melebarkan sayapnya kembali dalam urusan politik praktis. Kebebasan dibuka seluas-luasnya. Seperti kebebasan pers, kebebasan mengeluarkan pendapat, dan bahkan kebebasan mendirikan partai politik mulai di berlakukan, itu semua dilakukan demi  terwujudnya bangsa yang benar-benar demokratis dan memiliki ciri khas tersendiri. Pasalnya, pada masa orde baru segala hal yang berkaitan dengan kritik terhadap pemerintah dinafikan, dan segala sesuatu yang bertentangan dengannya tak segan-segan disingkirkan. ini  membuktikan betapa kuatnya pemerintah dalam mengekang kebebasan pers dan berpendapat. Tentu saja kondisi ini menjadi sangat dilematis bagi para jurnalis dan pecinta kebebasan berpendapat. Sedikit saja kritik melayang kepada pemerintahan orde baru, kemungkinan besar akan berujung di dalam penjara. Sungguh masa-masa yang sangat sulit bagi kebebasan berpendapat (termasuk pers) di Indonesia.

      Seiring berjalannya proses perpolitikan pasca orde baru, ditandai dengan menggeliatnya semangat berdemokrasi. Indonesia kembali dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang mencoreng kinerja pemerintahan. Semangat membangun kembali negara yang adil, makmur dan sejahtera mulai diragukan kembali oleh masyarakat. Itu ditandai dengan banyaknya penyelewengan dalam prakteknya. Seperti halnya partai-partai politik yang mulai kehilangan arah dan fungsi utamanya.  kemudian prakrek jual beli kepentingan demi keuntungan individu ataupun kelompok pun mulai merajalela di kalangan elite politik. Dari hal-hal tersebut muncul-lah dampak negatif terhadap kesetabilan proses perpolitikan di Indonesia, seperti merebaknya para politisi dadakan bukan negarawan yang di idam-idamkan. Menjamurnya skandal money politik hingga penyalahgunaan media cetak ataupun media elektronik untuk kepentingan sebagian kelompok atau partai-partai tertentu.

          Menyikapi kejadian-kejadian tersebut, alangkah baiknya jika kita kembali kepada ideologi politik itu sendiri. Menurut Prof. Miriam Budiardjo, guru besar ilmu politik Universitas Indonesia, dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata-tertib sosial politik yang ideal. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnosa, serta saran-saran mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. Ideologi berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung tanpa mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan atau aksi. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada, dan harus sering mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas dan signifikan.
          Namun, segala permasalahan politik yang kita lihat sekarang. Seakan-akan mengisyaratkan pada kita semua  bahwa terdapat benang kusut  dalam proses perpolitikan saat ini. Memang demokrasi telah menemukan kebebasaannya. Namun, perkembangannya belum terarah secara baik dan maksimal, penyelewangan atas aspirasi, kepentingan, dan kekuasaan rakyat masih sangat terasa dalam kehidupan politik. Institusi pemerintah tidak jarang dalam posisi yang tidak berdaya menghadapi kebebasan yang terkadang melebihi batas kepatutan.seperti tindakan-tindakan anarkis yang sering terjadi.
       Kebebasan berdemokrasi dalam perpolitikan,  membuat Indonesia terjebak dalam sebuah sistem “politik kebablasan”  banyaknya penyimpangan yang mengatasnamakan politik seolah mengalahkan UU yang dibuat. System politik yang seakan terlalu bebas ini juga menjadikan masalah baru bagi masyarakat yang taraf hidupnya rendah. Kebebasan berpolitik justru membuat rakyat miskin makin kekurangan karena tidak mempunyai kesempatan yang sama dalam berpolitik selayaknya masyarakat kalangan elit. Seperti dalam Pemilu dan Pemilukada, rakyat kalangan kelas bawah yang kurang mendapat informasi akhirnya harus diiming-imingi oleh uang. Adanya kesenjangan sosial yang cukup jauh ini, menyebabkan timbulnya berbagai macam masalah. Seperti permasalahan money politic yang mengakar dalam sistem perpolitikan di negara ini.

        Jika kita ingin menganalisa lebih jauh terkait penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para elite politik, pastinya tidak terlepas dari sebab-sebab yang mengiringinya. Seperti halnya parpol-parpol yang kehilangan arah dan fungsi utamanya, karena salah satu fungsi utamanya yaitu, sebagai penghubung antara pemerintah dengan warga masyarakat. Sehingga terjadi arus informasi serta dialog dari atas kebawah dan dari bawah keatas. Akan tetapi, fungsi tersebut bertolak belakang dengan apa yang kita lihat sekarang, hal semacam ini dapat disebabkan oleh banyaknya jumlah partai politik sehingga persaingan untuk meraih kekuasaan dan mengambil simpati masyarakat semakin kuat. Dampaknya, partai-partai politik justru lebih banyak mengutamakan urusan partainya ketimbang sebagai penyalur aspirasi masyarakat. Kemudian munculnya praktek jual beli kepentingan pun tidak bisa kita nafikan, dan telah banyak terjadi pasca reformasi. Itu semua bisa disebabkan minimnya pengawasan dari DPR terhadap kinerja pemerintah, atau disebabkan oleh mulai pudarnya jiwa nasionalis pada kalangan elite politik shingga muncul beberapa oknum yang memanfaatkan kesempatan tersebut. hal-hal semacam ini dapat menimbulkan dampak-dampak buruk terhadap dinamika perpolitikan di Indonesia

      Indonesia butuh negarawan sejati. Mungkin inilah kalimat yang cocok untuk menggambarkan keadaan para politisi kita saat ini. Yakni seseorang yang mempunyai semangat juang tinggi guna kepentingan negara, sosok yang dengan tulus bergerak demi keutuhan bangsa dan negara.ia bukanlah politisi yang selalu mengumbar janji pada saat pemilu. Ia juga bukan para pejabat yang sering menutup telinga disaat jutaan rakyat menjerit. Apalagi para koruptor yang tega memakan uang hasil keringat rakyatnya sendiri. Namun mahalnya biaya pemilu memang bisa menjadi sebab para politisi tersebut kehilangan orientasi kenegarawannya, sehingga yang dipikirkannya yaitu bagaimana mengembalikan modal tersebut. Sungguh ironi.

      Sebagai ulama besar sekaligus negarawan Buya Hamka berpendapat bahwa yang terpenting bagi seorang elite politik  dan penguasa pemerintahan adalah harus berlaku jujur, adil, bertaqwa kepada Allah, tidak bertindak gegabah, memenuhi janji, cinta damai serta tidak memandang ringan terhadap dosa dan tidak bakhil. Hal ini menunjukkan bahwa politik yang baik adalah politik yang dilandasi dengan etika, dengan begitu tentu politik akan lebih baik dan bersahaja. Realita dalam kehidupan menunjukkan kepada publik bahwa dalam sebuah jaringan dan jalinan hubungan persaudaraan kita perlu mengedepankan rasa saling menghormati, saling menghargai, dan saling memahami. Di sinilah perlunya peran akal di dalam pergaulan, sehingga bangunan hubungan sosial semakin sempurna, kuat dan kukuh. Pernyataan ini juga sejalan dengan pemikiran komaruddin hidayat yang mengatakan bahwa etika merupakan point yang sangat penting jika ingin merekonstruksi nilai-nilai luhur dalam politik di Indonesia.

    Menurut Yusuf Qhardawi negara yang islami adalah negara yang menjamin penuh hak-hak dan kebebasan, seperti hak hidup dengan layak, hak kepemilikan harta serta hak menjaga kehormatan dan nasab. Demikian juga halnya dengan kebebasan berekspresi, berpendapat, beragama, bermazhab, berfikir dan berijtihad. Negara islam juga menjaga nilai dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, islam tidak mengenal penghalalan segala cara meski untuk tujuan yang mulia, sperti yang dilakukan oleh para politisi kita saat ini yang menghalalkan segala cara untuk bisa duduk di kursi legislatif.

        Untuk mengatasi jual bei kepentingan pada kalangan elite politik perlu di buat garis demarkasi yang jelas antara kekuasaan (legislatif, eksekutif, yudikatif) dan partai politik dalam hal ini tidak boleh ada status ganda sebagai anggota parpol sekaligus sebagai pemimpin. Misalnya ketika anggota parpol terpilih sebagai pemimpin (presiden, bupati, anggota DPR, atau apapun) maka secara otomatis keanggotaan di partai harus ditinggalkan dan aturan tersebut harus direalisasikan dalam bentuk undang-undang.

       Untuk mengatasi money politik, kita sebagai masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam mengkaji keputusan mahkamah konstitusi untuk menyelesaikan kasus-kasus pemilu, agar tidak menyimpang dari peraturan hukum yang berlaku. Calon dalam pemilu juga harus komitmen untuk benar-benar tidak melakukan praktek money politik, apabila terbukti melakukan maka seharusnya didiskualifikasi. Kemudian membentuk badan khusus independen untuk mengawasi calon-calon pemilu agar menaati peraturan-peraturan terutama untuk tidak melakukan money politik. Meningkatkan kesadaran merupakan indikator penting untuk memudarkan perkembangan money politik, karena sebagian besar masyarakat hanya memikirkan keuntungan sendiri tanpa menyadari efek yang timbul di masa depan. Sebaiknya pemrintah mengadakan sosialisai pemilu yang bersih dan bebas money politik kepada masyarakat luas agar tingkat partisipasi masyarakat dalam perpolitikan meningkat

        Bukanlah hal yang mudah dalam menghasilkan negarawan muda, namun bukan pula hal yang sulit dalam berproses untuk melahirkan negarawan muda, jika semua element masyarakat ikut serta mempersiapkannya dalam rangka membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Negarawan muda yang dimaksud disini bukanlah negarawan yang “abal-abal” melainkan negarawan muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi di mata masyarakat. Oleh karna itu dalam proses melahirkan negarawan muda tidaklah instan, perlu disiapkan dan butuh proses mulai saat ini hingga pada akhirnya ditemukan seorang yang benar-benar menjadi negarawan muda, negarawan yang memiliki semangat kebangsaan tinggi dan bisa menjadi solusi atas permasalahan bangsa yang hingga saat ini masih mengakar kuat di bumi Indonesia.

      Sikap nasionalis dari negarawan muda bisa menjadi tolak ukur sejauh mana keberhasilan bangsa ini dalam menghasilkan negarawan muda yang mutlak akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Sikap nasionalis sendiri diperoleh dari proses belajar yang dilakukan secara terus menerus. Dalam melahirkan negarawan muda harus melalui beberapa tahapan, yaitu melalui pendidikan yang berasaskan pancasila, gerakan nasionalis yang solid dan terstruktur serta karakter yang berkompeten.
         
       Lebih dari enam dasawarsa sejak proklamasi kemerdekaan 1945 bangsa ini berjalan, sebagai bangsa kita perlu menengok kebelakang dan melakukan refeksi diri, kini saatnya kita menyadari kembali bahwa bangsa ini adalah bangsa yang terbangun dari hasil serangkaian interaksi panjang, kini saat yang tepat bagi kita untuk memikirkan nasib bangsa kedepan. Para pemimpin dan tokoh masyarakat semakin nyata dituntut untuk melakukan intropeksi diri untuk membangun kembali bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkarakter, adil, makmur dan sejahtera.